Respon dan Perubahan Desain Interior Pasca Covid-19

Tidak dapat dipungkiri bahwa pandemi covid-19 telah menggeser gaya hidup dan keseharian kita. Dari cara dan kebiasaan bersih-bersih, menghindari kontak langsung dengan orang asing di luar rumah, menghindari kerumunan dan etika baru saat batuk ataupun bersin. Memasuki masa new normal yang Indonesia pun tengah mulai memberlakukannya, covid-19 tidak akan benar- benar berakhir sampai vaksin ditemukan. Namun karena hidup harus terus berjalan, tentunya muncul banyak penyesuaian dalam gaya hidup dan bagaimana hunian kita didesain. Dalam ranah desain interior, terdapat beberapa respon dalam bentuk perubahan desain interior dan juga bagaimana perilaku dan interaksi penghuni rumah dengan tamu tercipta dengan aman. Melalui beberapa artikel dan pencarian data oleh penulis, berikut beberapa pergeseran desain interior dalam rangka mencegah penularan covid-19.

1. Self-sufficient House

house with the solar panel via jvbhomes.com

Self-sufficient house, artinya adalah rumah yang dapat memenuhi kebutuhan energinya secara mandiri. Hal ini merupakan perubahan bukan hanya interior namun juga arsitektural. Istilah rumah pintar, zero energi house sudah banyak berkembang dan populer beberapa tahun belakangan walaupun masih sulit dicapai terutama dalam industri properti komersil yang besar. Pasca pandemi, memiliki hunian dengan penggunaan energi mandiri yang membuat penghuninya tidak terlalu sering keluar rumah karena sebagian besar kebutuhan sudah tersedia didalam rumah adalah gaya hidup baru yang ideal.

2. Home Office

via vimdecor.com

Work from home selama dan pasca pandemi membutuhkan ruang khusus yang tenang dan idealnya tidak tercampur dengan kegiatan lain dirumah. Ruang khusus bekerja dibutuhkan walaupun kecil, lengkap dengan rak atau lemari penyimpanan dokumen. Hal ini dikarenakan bekerja dari rumah bukan lagi dilakukan secara temporal. Beberapa perusahaan pun mengeluarkan kebijakan untuk karyawan yang masih dapat bekerja secara remote untuk tetap dapat bekerja dari rumah. Era normal baru bukan artinya kehidupan diluar rumah sudah aman, karena itu penting untuk tetap memilih berada dirumah bagi jenis-jenis profesi yang memungkinkan bekerja dari jauh.

3. Non-Contact Drop Off Area

Grinnell Eco Litter Box Enclosure via Wayfair.com

Untuk meminimalisir kontak dengan kurir yang mungkin terjadi saat anda melakukan pemesanan barang, makanan dan minuman secara online, desain interior rumah ke depannya, dapat mempertimbangkan ruang atau area khusus drop barang agar tidak terjadi kontak fisik. Tentunya ada saat dimana pengantar barang harus masuk ke dalam rumah misalnya, jika memesan perabot dan jasa pemasangan, memesan jasa service dan lainnya. Area drop ini juga dapat menyediakan sterilisasi tubuh misalnya dengan penyemprotan disinfektan yang merespon gerak tubuh. Menyediakan sanitizer didepan pintu masuk juga dapat dilakukan sebagai langkah pencegahan.

4. Ventilasi & Pengudaraan

Lauren Bullens Bali Villa via Harpersproject.com

Mendesain interior dengan kaidah-kaidah standar kesehatan dan kebersihan adalah hal yang harus diwujudkan dengan ataupun tanpa pandemi covid-19. Rumah yang sehat sesuai dengan kriteria badan kesehatan harus memenuhi standar material, pencahayaan, kualitas udara, ventilasi, air, sarana penyimpanan makanan yang aman, juga pengaturan pembuangan limbah Selain desain, perilaku penghuni rumah pun sangat memengaruhi. Salah satu yang penting adalah sistem ventilasi silang di dalam rumah dimana udara kotor dapat berganti dengan udara bersih. Tidak disarankan memakai pendingin ruangan AC sepanjang hari dan tidak membuka jendela atau pintu untuk sirkulasi udara.

5. Indoor Garden / Plants

via www.planete-deco.fr

Pandemi membuat banyak dari kita yang merindukan alam hijau dan pemandangan menyejukkan seperti gunung dan pantai. Kerinduan tersebut dapat sedikit terobati dengan membangun kebun kecil dirumah ataupun menata beberapa jenis tanaman pot yang cantik. Selain sebagai relaksasi bagi mata, tanaman juga dapat membuat udara terasa lebih segar. Jika memiliki halaman yang cukup, menciptakan kebun kecil dengan menanam bibit bunga, sayur dan buah juga dapat menjadi alternatif ideal untuk menghabiskan waktu dirumah dan memenuhi sebagian konsumsi anda. Menyediakan area khusus dirumah untuk menanam rempah-rempah yang mampu meningkatkan daya tahan tubuh seperti jahe, kunyit dan lainya juga dapat menjadi gaya hidup masyarakat modern ke depannya.

6. Material

Arc Globe 10 via Alliedmaker.com

Material yang ramah lingkungan dan mudah dibersihkan akan menjadi pilihan utama dari desain interior pasca Covid-19. Berada dirumah selama masa pembatasan sosial, sedikit banyak membuat kita lebih memperhatikan detail interior hunian kita dan membersihkannya lebih sering. Terdapat beberapa material interior yang dikenal lebih steril dibandingkan material lainnya seperti misalnya bambu, kayu ek dan kayu gabus (cork) yang dikenal dapat menghambat pertumbuhan bakteri dan mikroorganisme. Tampilan warna yang hangat dan natural dapat menambah kenyamanan dan keindahan interior rumah anda. Berbagai macam material metal seperti tembaga, kuningan dan stainles steel juga adalah material yang tidak dapat ditumbuhi bakteri dan kuman yang mudah dibersihkan. Menggunakan material ini sebagai kusen ataupun pegangan pintu atau bagian apapun yang dipegang oleh banyak orang dinilai lebih aman dibandingkan material lain. Solid surface dan bebatuan, terutama batu quartz atau batu pualam juga adalah salah satu  material yang steril.

7. Motorik Sensor

Kedepannya, beberapa peralatan rumah tangga atau sanitasi idealnya dapat digunakan melalui sensor suara atau gerakan untuk meminimalisir sentuhan fisik, terutama bila alat tersebut digunakan oleh setiap anggota keluarga kita. Untuk mencegah penularan melalui sentuhan dan meningkatkan higienitas. Teknologi interior baru pastinya akan banyak bermunculan nantinya yang memungkinkan penghuni rumah meminimalisir sentuhan terhadap elemen interior dalam kehidupan sehari-hari.

8. Meningkatnya Penggunaan Produk Lokal

Sebagai respon dari pembatasan penerbangan, ekspor dan impor, produk material dan perabot lokal diperkiran akan lebih banyak dipilih ketimbang produk impor. Selama pandemi berlangsung, terdapat beberapa brand lokal kecil baik produk interior ataupun secara umum yang terkena pukulan cukup berat. Beberapa perusahaan dalam industri ini mulai mengurangi jumlah karyawan ataupun tutup sementara. Selama masa transisi menjadi new normal, beberapa brand mulai bangkit dan hadir dengan beberapa koleksi baru. Pergeseran perilaku pembeli yang lebih mengutamakan membeli produk lokal karena dinilai lebih aman dan steril diharapkan dapat membuat industri lokal bangkit kembali.

 

Perubahan gaya hidup dan gaya desain interior pasca pandemi bukanlah hal yang baru. Hal ini merupakan siklus sejarah yang terjadi dari sejak generasi sebelumnya. Misalnya sejarah yang mencatat perubahan penggunaan material lantai kamar mandi yang diwajibkan menjadi warna terang terutama putih, agar kotoran lebih mudah terlihat untuk segera dibersihkan. Interior tempat-tempat publik akan mengalami dampak perubahan paling awal. Salah satu contoh lainnya adalah ditinggalkannya desain interior bergaya klasik victorian yang banyak menggunakan karpet ataupun tirai yang terlalu tebal yang dapat menjadi sarang debu dan bakteri. Perubahan yang esensial pasca pandemi covid-19 akan membutuhkan waktu yang cukup lama hingga pada akhirnya terjadi perubahan secara massal bagi perilaku sehari-hari yang dipengaruhi oleh desain interior dan arsitektur. Mari kita semua berharap untuk hari yang lebih baik.

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

× Konsultasi Gratis