Peran Warna pada Interior

Berbicara tentang interior dan desainnya, maka peran warna tidak bisa dipisahkan. Elemen warna memiliki peran penting yang harus diberikan perhatian utama dalam pemilihannya. Memilih warna pada interior bisa dikatakan sama pentingnya dengan memilih material itu sendiri. Hal ini karena pada dasarnya warna mampu memberikan nuansa dan kesan pada suatu ruangan.

Setiap Warna mewakili makna tertentu yang mampu mempengaruhi suasana dan menjadi alat untuk menunjukan citra diri apa yang ingin ditonjolkan oleh pemiliknya. Artinya, memilih warna tidak bisa disepelekan begitu saja karena sangat berkaitan erat dengan sisi psikologis.

Bila dikelompokan secara umum, berikut karakter warna-warna dan pengaruhnya apabila diterapkan pada interior:

Warna mencolok/kontras (merah, oranye terang, kuning terang, ungu, biru tua, hitam, dll.), warna-warna jenis ini memiliki kecenderungan menarik perhatian orang yang melihatnya. Secara positif warna-warna ini bisa memberikan efek semangat pada orang-orang yang beraktifitas di dalamnya.

via: fikriansyah.net

Warna mencolok yang ada pada dekorasi lukisan semakin menghidupkan ruangan yang didominasi warna netral.

Do:

  • Warna mencolok cocok untuk ditampilkan sebagai aksen di dalam satu ruangan saja, bukan tipe warna yang cocok mendominasi ruangan, misalnya warna ini cocok untuk kursi pada desain ruangan yang minimalis.
  • Namun, apabila warna-warna mencolok ini diterapkan pada interior restoran, maka warna mencolok akan memberikan nilai jual yang lebih. Hal itu karena warna mencolok cenderung akan menarik perhatian pembeli dan memberikan efek meningkatkan nafsu makan.
  • Berikan sedikit sentuhan aksen berwarna mencolok di ruang keluarga untuk menghidupkan suasana agar lebih bersemangat dan hangat.

Don’t:

  • Jangan terlalu banyak menggunakan warna-warna mencolok pada furniture anda, karena menimbulkan efek ruangan yang tidak elegan dan ruangan akan tampak sempit.
  • Warna mencolok tidak disarankan mendominasi ruangan-ruangan yang peruntukannya untuk istirahat seperti kamar tidur, terutama kamar tidur anak. Hal ini karena warna-warna mencolok memberi efek  yang kurang baik untuk relaksasi.

 

 

Warna pastel (merah muda, krim, violet, putih gading, biru pucat, hijau pupus, dll.), tipe warna ini cenderung menimbulkan kesan feminin, tingkat kontrasnya yang rendah menjadikan tipe warna ini cenderung bersifat lembut.

via: sawhd.com

Kamar tidur dengan interior pastel untuk kesan ruangan yang tenang. 

Do:

  • Warna pastel cocok untuk mendominasi kamar tidur karena sifatnya lembut dan memberi kesan tenang.
  • Penggunaan warna pastel harus diimbangi dengan penggunaan warna-warna yang lebih kontras agar tidak menimbulkan kesan mononton dan ‘usang’.

Don’t:

  • Jangan terlalu banyak menggunakan furniture berwarna pastel pada ruangan yang padat aktifitas karena perabot dengan tipe warna ini mudah terlihat kotor.
  • Warna pastel tidak disarankan mendominasi ruangan kerja karena akan menurunkan produktifitas, terkecuali dengan padu-padan yang pas.

 

Warna cerah (hijau muda, biru muda, kuning, putih, lemon, dll.) Tipe warna ini memberikan kesan ceria dan tidak membosankan. Orang-orang yang menyukai warna-warna segar ini adalah mereka yang ingin menampilkan kesan ruangan yang ‘hidup’. Secara psikologis, warna cerah mampu memberikan efek santai dan merangsang munculnya ide.

via: homedit.com

Warna-warna cerah yang diterapkan pada hunian tanpa skat ruangan

Do:

  • Berikan sentuhan warna-warna cerah pada ruang kerja untuk memberikan efek bersemangat.
  • Warna cerah juga bisa menjadi alternatif untuk mendominasi kamar tidur anak.
  • Warna cerah cocok untuk ditonjolkan pada interior dapur karena memberikan kesan segar dan clean.
  • Warna cerah sangat cocok mendominasi ruangan yang sempit karena tipe warna ini memberikan kesan ruangan lebih luas.

Don’t:

  • Sulit menemukan kekurangan dari warna-warna cerah, namun tetap padu-padan yang presisi dengan menggabungkan beberapa tipe warna bisa menjadikan ruangan lebih hidup.

 

Warna netral (hitam, putih, abu-abu) adalah tipe warna yang bersifat tricky dalam pengaplikasiannya pada bidang-bidang perabotan. Namun apabila komposisinya pas, warna-warna netral akan menimbulkan nuansa simplicity dan futuristik pada suatu ruangan. Desain minimalis umumnya mengadalkan warna-warna ini untuk mendominasi ruangan untuk menekankan sisi sederhana namun tetap elegan.

via: home-designing.com

Interior apartemen studio yang didominasi warna netral

Do:

  • Warna netral, terkecuali hitam sangat cocok untuk mendominasi ruangan jenis apa saja, asalkan diimbangi dengan keberadaan dekorasi-dekorasi untuk mengurangi kesan monoton.
  • Sebisa mungkin warna hitam digunakan sebagai aksen saja, kalaupun ingin perabot berwarna hitam di suatu ruangan, pilihlah satu yang berwarna hitam untuk nuansa yang lebih dinamis.

Don’t:

  • Membiarkan ruangan yang didominasi warna netral kosong tanpa dekorasi, hal ini akan membuat ruangan berkesan kaku.
  • Terlalu banyak menggunakan dekorasi dari warna-warna cerah, hal ini akan mengurangi kesan simplicity yang berusaha ditonjolkan.

 

Warna kayu (varian warna cokelat) adalah warna yang memberikan sentuhan hangat dan bersahabat. Dengan menggunakan warna-warna kayu pada interior maka akan mengesankan suasana seimbang antara unsur nature engan modern.

via: gacahome.com

Interior berwarna kayu yang memanfaatkan hiasan tanaman untuk efek ruangan lebih hidup. 

Do:

  • Interior berwarna kayu sangat cocok diaplikasikan pada rumah-rumah di pegunungan atau di daerah bersuhu dingin karena memberikan kesan hangat.
  • Padu-padan warna kayu dan warna netral sangat cocok agar ruangan lebih hidup dan tidak monoton.
  • Warna kayu harus diimbangi dengan warna-warna cerah dan netral.
  • Ruangan yang didominasi warna kayu sangat cocok dipadu-padankan dengan hiasan tanaman di dalam rumah.
  • Gunakan dekorasi minimalis pada ruangan yang didominasi warna kayu, karena interior kayu sendiri sudah mengesankan sifat elegan.

Don’t:

  • Ruangan yang didominasi warna kayu kurang cocok dengan dekorasi-dekorasi berwarna kontras.
  • Menggunakan terlalu banyak dekorasi, karena ruangan bernuansa warna kayu cenderung cocok dengan desain minimalis.

 

Warna metalik (emas, tembaga, silver dan hitam), adalah tipe warna yang paling jarang digunakan untuk mendominasi suatu ruangan karena berkesan ‘berat’ dan ‘kaku’. Namun apabila pemanfaatannya dilakukan secara tepat, warna-warna metalik justru bisa menimbulkan kesan futuristik yang menarik. Terutama apabila diterapkan pada model-model ruangan bertipe industrial.

via: planete-decor.fr

Tipe industrial design yang didominasi warna metallic sangat cocok dipadu-padankan dengan interior kayu.

Do:

  • Gunakan dekorasi berwarna metalik untuk kesan futuristik.
  • Cocok dipadu-padankan dengan warna-warna kontras untuk mengurangi kesan monoton.

Don’t:

  • Jangan biarkan dekorasi metalik berdiri sendiri karena akan terkesan kaku, dekorasi metalik harus didukung oleh warna netral atau warna cerah.

Jadi pilihlah warna interior yang sesuai dengan kepribadian dan citra diri yang hendak ditunjukan. Kuncinya adalah padu-padan yang pas dan tidak berlebihan dalam pengaplikasiannya, agar warna-warna di dalam ruangan bisa memberikan enerji positif bagi siapa pun yang beraktifitas di dalamnya. Karena setiap warna itu memiliki sisi positif dan selalu menarik untuk dieksplorasi!

 

Author: Mirdha Arina S

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

× Konsultasi Gratis