Gaya Hidup Minimalis Selama #Dirumahaja

Gaya hidup minimalis artinya hidup dengan hanya hal-hal esensial yang kita butuhkan. Orang yang memutuskan hidup secara minimalis akan terbebas dari keinginan untuk membeli dan membeli lebih banyak, mereka menemukan kebahagian dari hubungan dengan sesama, diri sendiri dan pengalaman yang mereka miliki. Pasti banyak dari kita yang selama ini menghabiskan uang untuk membeli pakaian, aksesories produk, makanan atau barang apapun itu hanya karena mengikuti trend, penasaran karena semua orang menggunakannya dan lain-lain. Seringkali kita membeli bukan yang benar-benar menjadi kebutuhan sehingga barang-barang tersebut tertumpuk tanpa pernah disentuh lagi. Prinsip minimalist yang hanya memiliki barang yang esensial akan membuat anda terhindar dari menghabiskan uang untuk hal-hal yang tidak terlalu dibutuhkan.

Gaya hidup ini sedikit banyak akan berpengaruh terhadap pilihan anda saat menentukan desain interior yang tepat untuk rumah atau hunian anda. Segala yang ada dirumah kita adalah cerminan kebutuhan, kesukaan, selera dan kemampuan penghuni rumahnya. Gaya interior seorang yang minimalis akan memotong rangkaian tadi menjadi hanya yang ia butuhkan untuk rumahnya. Sederhananya tidak akan ada penumpukan barang atau perabot yang tidak perlu. Selama masa karantina yang disebabkan oleh masa pandemi Covid-19 ini setiap kita akhirnya menghabiskan seluruh waktunya dirumah baik itu sendiri atau bersama keluarga. Gaya hidup minimalis sedikit banyak dapat mengurangi tingkat stress yang salah satunya dapat disebabkan oleh lingkungan sekitar ruang dan rumah yang berantakan atau dipenuhi barang yang tidak kita esensial.

Berikut adalah beberapa hal yang dapat diadaptasi bagi anda yang berniat memulai gaya hidup minimalis:

1. Eliminasi Barang yang Tidak Menggugah Semangat

Montevil Attic Guest bedroom source: Behance.net

Perhatikan ke sekeliling ruang kerja, kamar ataupun rumah anda dan apa yang ada disana satu per satu. Lalu duduk dan buatlah list mengenai barang-barang yang sudah tidak lagi menimbulkan semangat atau kegembiaraan untuk anda simpan atau gunakan. Anda dapat membuang benda yang sudah lama anda tumpuk dan tidak gunakan, memasukan pakaian-pakaian yang sudah lama tidak dipakai dan melakukan sortir yang sekirannya dapat disumbangkan, dan lain-lain. Saat membuat list pasti akan anda menemukan hal-hal yang ternyata hanya membuat ruangan sempit dan debu. Saatnya untuk membuang barang-barang ini.

2. Negative Space

0710 duplex by arquitectura source: Archdaily

Negative space dalam interior adalah area atau sudut yang dibiarkan polos tanpa isi ataupun aksesoris. Aksesoris yang dimaksud misalnya lukisan, dekorasi, perabotan yang tidak terlalu esensial tapi digunakan untuk sekedar menghindari ruang terlihat kosong. Dalam gaya hidup minimalis, “kosong” bukan berarti kekurangan. Kosong artinya kita membiarkan nya menjadi ruang untuk dapat bernafas. Terdapat pemahaman minimalis khas Jepang bahwa setiap sudut yang terasa penuh dan ramai terkadang malah menurunkan kegembiraan jiwa kita. Negative space membuat kita memahami bahwa apa yang tidak ada bukan artinya kita kekurangan namun memiliki makna kita telah memiliki cukup.

3. Addition not Subtraction

Source: theultralinx.com

Prinsip minimalism sesungguhnya terletak pada apa yang kita pilih masuk kedalam hidup kita, bukan apa yang kita kurangi dari hidup kita. Addition memiliki arti penambahan, Subtraction adalah pengurangan. Prinsip ini adalah langkah yang dapat kita terapkan dan pegang setelah melakukan poin nomor 1. Jadi setelah merapikan dan membuang barang-barang yang tidak anda butuhkan tadi, untuk selanjutnya selektif memilih apapun itu yang ingin anda beli dan punyai. Jangan letakkan kebahagian anda pada kepunyaan anda atau sekedar materi. Investasikan uang dan tenang pada pengalaman, hubunga orang terkasih dan kesehatan jiwa anda

4. Keberagaman Minimalisme

amzn.to

Pada dasarnya gaya hidup minimalis yang dipilih untuk dijalani setiap orang akan berbeda-beda dan tidak sama persis satu sama lain. Ada yang memilih tidak memiliki microwave, pemanggang roti dan tissue sekali pakai. Ada yang masih menggunakan semua hal tersebut tapi memiliih untuk tidak memiliki lebih dari 2 pasang sepatu atau lebih dari 5 pasang baju namun masih memiliki peralatan lengkap. Perjalanan menuju hidup minimalis setiap akan berbeda tergantung dari nilai minimalisme yang dipercaya anda dapat terapkan lebih dahulu sambil menyesuaikan dengan nilai lainnya.

Setelah memahami beberapa prinsip poin gaya hidup minimalis, mari kita melihat juga beberapa keuntungan yang dapat kita peroleh dari menerapkan prinsip hidup minimalis ini.

1. Menciptakan Ruang untuk Hal-Hal yang Lebih Penting

Setelah membuang dan merapikan benda seperti perabot, pakaian, aksesoris, tentunya kita akan menyisakan ruang kosong baru yang kedepannya dapat digunakan untuk menyimpan peralatan yang lebih penting. Memberi banyak ruang baru pada lemari ataupun rak penyimpanan yang membuat peralatan anda lebih mudah ditemukan saat dibutuhkan dan membuat ruangan terasa lebih baik untuk bernafas.

2. Lebih Bebas dan Damai di dalam Pikiran

Memiliki lebih sedikit dalam rumah atau kamar anda artinya anda selalu mengingat apapun yang anda punya. Tidak akan ada perasaan terganggu akan kehilangan sesuatu. Pikiran pun akan lebih damai saat tidak memiliki keterikatan dengan benda-benda kepunyaan anda tersebut. Menyisakan ruang dalam fisik dan mental anda.

3. Fokus terhadap yang Memfasilitasi Hobi dan Kesehatan

Alih-alih ruang terasa sempit karena menyimpan dan memajang barang, saat kita menerapkan gaya hidup minimalis, ruang yang telah lebih lowong dapat dimanfaatkan untuk berolah raga dirumah untuk menjaga kesehatan seperti melakukan yoga dan pilates, tempat kumpul bersama keluarga dan teman, dan lain-lain. Beberapa hobi anda pun punya wadah baru sekarang, misalnya area tenang untuk membaca buku atau menulis ataupun area bekerja yang lebih privat.

4. Meningkatkan Produktifitas

Meningkatknya kualitas ruangan dan interior akan mempengaruhi kualitas mental anda dan sedikit banyak pada akhirnya akan meningkatkan produktifitas anda saat bekerja ataupun belajar. Yang harus diingat bahwa menjadi produktif bukanlah tujuan akhir dari segala usaha dan komitmen gaya hidup minimalis. Namun kebahagian dan rasa kepuasan atas apapun yang anda miliki dalam hidup. Saat sudah bahagia dalam pekerjaan yang dilakukan tentu hasilnya akan berkualitas.

Gaya hidup minimalis memiliki tujuan untuk menjadi pribadi yang fokus terhadap kualitas dan bukanlah kuantitas. Mengurangi benda kepunyaan dan dekorasi interior sampai ke titik kebutuhan yang esensial sama dengan mengurangi beban pikiran. Gaya yang dapat dimulai dari langkah kecil keseharian kita. Gaya keseharian yang minimalis ideal untuk diterapkan semasa karantina ini dimana kita memiliki banyak waktu dirumah untuk investasi waktu yang lebih banyak terhadap sekitar ruangan dan rumah kita.

Minimalism menjadi tren beberapa waktu terakhir ini, namun sesungguhnya prinsip keseharian ini sudah ada sejak ratusan tahun yang lalu. Kita dapat melakukan pencarian terlebih dahulu terhadap bentuk bentuk hidup minimal dalam sejarah sebagai contoh yang menarik. Memerlukan pemahaman yang mendalam, diskusi dengan orang terdekat sebelum anda memutuskan untuk menjalani prinsip ini. Salah satu buku yang anda dapat baca untuk mengerti lebih dalam tentang minimalisme adalah buku berjudul The Life-Changing Magic of Tidying Up karya Marie Kondo yang dapat diperoleh dalam bahasa Indonesia dan bahasa Inggris.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

× Konsultasi Gratis