10 Tips Memilih Pencahayaan yang Estetik dan Fungsional

image : OB Kindergarten and Nursery © Studio Bauhaus

Terdapat dua macam pencahayaan bagi hunian yang telah kita ketahui bersama yaitu pencahayaan alami dan buatan. Pencahayaan alami tentu saja cahaya matahari yang masuk kedalam rumah melalui jendela dan ventilasi yang ada pada dinding. Pencahayan buatan sudah pasti terdiri dari set lampu dengan berbagai macam tipe dan fungsinya. Lebih jauh lampu juga dibagi dua yaitu lampu yang dipasang dengan tujuan fungsional, seperti lampu general yaitu downlight pada plafon misalnya. Dan lampu dekoratif yang biasanya memiliki model desain yang cantik dan berfungsi menciptakan suasana interior yang indah dan nyaman.

Pencahayaan atau lighting adalah aspek yang penting dalam desain interior. Bisa dikatakan merupakan aspek yang inti dan krusial. Betapa tidak, sebuah ruangan akan berfungsi secara maksimal bagi penggunanya apabila pencahayaannya tepat dan baik. Berikut beberapa tips sebelum memilih tipe lampu dan pencahayan yang kita inginkan bagi hunian kita.

1. Sketsa Sederhana Perencanaan Fungsi Ruang & Budget

Sebelum memulai menentukan model atau tipe lampu yang kita inginkan, petakanlah dahulu tiap fungsi ruang dan kegiatan yang akan dilakukan didalamnya. Misalnya dimulai dari pintu masuk, ruang keluarga. tempat duduk dan menonton tv. Lampu apa yang diinginkan? tentu saja lampu general pada plafon, tambahan standing lamp di sudut sofa, warna yang diinginkan, watt dan sebagainya. Dapur membutuhkan lampu general dan juga lampu yang berfokus di area kerja dan area masak, kamar mandi memerlukan lampu yang tidak terlalu putih dan terang, karena berfungsi untuk melindungi mata dari kaget apabila kita masuk ke kamar mandi tengah malam dan lain sebegainya. Hal-hal yang direncanakan lebih awal ini akan memudahkan memberi gambaran lampu dan macam pencahayaan yang dibutuhkan, juga bisa memperkirakan budget yang harus disiapkan.

2. Cahaya Alami Siang Hari

Maksimalkan ruang-ruang yang memiliki bukaan jendela yang besar untuk menghemat energi dan menghemat biaya pembelian lampu. Jangan lupa untuk mempertimbangkan penggunaan tirai pada tiap jendela kita. Tinggal di negara tropis seperti di Indonesia, pada waktu tertentu, matahari akan menjadi sangat terik, apalagi jika jendela kamar kita menghadap ke timur atau barat dimana cahaya matahari akan lebih intens. Tiran atau krei dari bambu atau plastik berfungsi mengkontrol intesitas matahari yang masuk.

3. Kombinasi Jenis Lampu yang Berbeda

Hal ini disebut juga menciptakan layer pencahyaan. Untuk mencapai suasana yang ideal bagi pencahyaan estetik dan juga fungsional di tiap ruang, gunakan beberapa tipe lampu yang berbeda dalam suatu ruangan. Misalnya ruang tamu yang memiliki sumber cahaya utama dari lampu pada plafon, di tambah aksen warm dari lampu meja, ataupun standing lamp dari sudut ruang. Seperti pada gambar diatas. Terdapat lampu utama pada plafin dan lampu meja. Keduanya memiliki warna warm white yang sama. Salah satu yang harus dipertimbangkan saat memilih beberapa tipe lampu adalah undertone yang sama dari lampu tersebut.

4. Memilih Bola Lampu yang Tepat

Terdapat beberapa hal yang harus menjadi catatan pada saat memilih bola lampu. Sesuaikan dengan daya listrik rumah. Perhatikan betul jumlah watt lampu yang kita pilih. Pilih bola lampu LED yang hemat energi. Invest terhadap bola lampu yang sedikit lebih mahal di awal dapat menghemat tagihan listrik rumah kedepannya. Daya tahan tiap bola lampu juga penting, sediakan stok dirumah jika suatu saat lampu mati pada waktu yang tidak bisa diperkirakan. Seberapa terang lampu yang diinginkan? Atmosfir ruang seperti apa yang diinginkan? juga adalah hal-hal yang wajib dipertimbangkan

5. Spotlight untuk Fokus dan Arah

Gunakan spotlight atau lampu sorot dirumah anda untuk menyorot titik yang ingin anda tonjolkan dirumah. Biasanya spotlight digunakan untuk menyorot cermin, karya seni, perabot atau benda apapun yang menjadi titik vokal dekorasi dirumah anda. Spotlight juga mengarahkan tamu atau penghuni rumah melalui sequence di tiap ruang. Misalnya spotlight dari lantai ke dinding bertekstur yang selain menampilkan estetika tekstur dinding pada ruangan yang cenderung polos juga secara tidak langsung menuntun arah memasuki rumah dari lorong pintu masuk ke dalam. Hal ini juga dapat membuat tamu merasa disambut lebih hangat.

6. Pencahayaan saat Tengah Malam

Terdapat beberapa area didalam rumah yang harus kita perhatikan pencahayaan saat malam harinya. Seperti misalnya tangga agar menghindari dari tersandung apabila kita naik turun tangga saat tengah malam atau subuh. Misalnya saat pulang terlalu malam saat penghuni rumah lain sudah tidur. Terutama bagi kita yang memiliki anak kecil atau orang lanjut usia dirumah. Pilihlah lampu dengan cahaya yang cukup redup atau warna hangat agar tidak menusuk dan menyilaukan yang malah membuat pandangan tersilap

7. Perhatikan Tinggi Plafon

Dalam memilih lampu gantung seperti lampu pendant atau chandelier, perhatikan tinggi langit-langit terhadap lantai rumah. Apabila ruangan kita memiliki tinggi 2-2.8m sebaiknya kita tidak menggunakan chandelier atau pendant lamp. Tinggi ruang yang ideal untuk menggunakan chandelier kurang leboh 3m ke atas. Hal ini untuk menghindari cahaya yang tidak menyebar dengan baik ke seluruh sudut ruang juga menghindari kepala penghuni terbentur dengan lampu yang menggantung terlalu rendah.

8. Rumus Triangular

Untuk membuat penyebaran cahaya merata, letakkan beberapa titik lampu dalam range triangular. Artinya beberapa lampu yang berbeda kita atur sedemikian rupa tersebar dalam 3 sudut berseberangan. Misalnya pada kamar, lampu di plafon yang fokus ke area tengah ruang, lampu meja ke area tempat tidur dan spotlight atau lampu pada cermin yang berfungsi untuk menghilangkan bayangan hitam pada saat kita sedang bercermin.

9. Install Cahaya Aksen

Hidden lamp atau reccessed lighting juga dapat mempercantik ruangan. Cahaya aksen yang diinstall sedemikian lupa menutupi lampunya. Biasanya digunakan untuk memamerkan karya seni atau pajangan dirumah anda. Dibandingkan lampu sorot, aksen cahay seperti ini terlihat lebih rendah hati dan nyaman di mata. Dapat juga menggunakan lampu tersembunyi pada desain plafon yang diturunkan untuk menyediakan ruang bagi lampu dan dibawah step jika ruangan kita memiliki naik turun level yang berbeda. Suasana ruang dan pencahayaan menjadi lebih atratif secara instan

10. Menyesuaikan Warna dan Model Lampu dengan Skema Warna Interior

Tips terakhir adalah menyesuaikan warna cahaya dan model lampu dengan skema warna interior dan gaya interior anda. Model lampu sama pentingnya dengan model perabot yang anda gunakan. Lampu adalah bagian dari gaya interior yang idealnya menyatu dengan harmonis. Jika tema interior rumah kita adalah modern industrial dengan banyak elemen metal hitam dan kayu gelap pilihlah lampu yang senada, jangan memilih chandelier klasik misalnya. Jika skema warna ruang kita cenderung gelap hindari memilih lampu dengan warna cahaya yang terlalu dingin seperti putih kebiruan lebih baik memilih warna yang memiliki semburat kuning atau yang lebih hangat. Seperti yang bisa kita lihat pada gambar diatas. Plafon putih ditembak dengan cahaya hidden lamp yang berwarna warm white, untuk dinding yang berwarna beige atau cream dipilih warna cahaya yang lebih kuning.

Sekian beberapa tips mengenai pencahayaan dan pemilihan lampu bagi ruangan dan hunian anda. Selalu merencenakan pencahayaan anda sedari awal dan bersamaan saat mendesain rumah atau ruangan anda agar hasil akhir desain menjadi satu kesatuan yang tidak hanya berfungsi dengan baik namun juga tampak cantik.

 

 

One thought on “10 Tips Memilih Pencahayaan yang Estetik dan Fungsional

  1. Pingback: Tips Melakukan Renovasi Interior Rumah | Sarae.id

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

× Konsultasi Gratis