8 Material untuk Countertop Dapur, serta Kelebihan dan Kekurangannya

Memilih material countertop yang tepat bagi dapur anda bukanlah perkara sederhana. Material countertop harus ideal baik secara estetika ataupun fungsi. Secara estetika, countertop akan mempengaruhi tampilan dan gaya desain dapur. Dari segi fungsi, karena countertop adalah area kerja saat memasak, penting untuk menggunakan material yang memiliki durabilitas tinggi. Terdapat beberapa material interior yang cocok ataupun tidak cocok sebagai material contertop. Material yang ideal adalah yang mudah dibersihkan dan tidak membutuhkan maintenance atau perawatan yang terlalu rumit. Beberapa contoh material yang sering digunakan sebagai contertop misalnya adalah batu granit, solid surface karena kekuatan dan kemudahan perawatannya. Material ini juga tahan terhadap air, noda dan gesekan. Material lain yang kurang ideal sebagai countertop misalnya bambu, alumunium ataupun stainless steel yang dinilai terlalu mahal dan high-maintenance sebagai material permukaan konter dapur. Mari kita simak beberapa material yang ideal digunakan sebagai countertop beserta kelebihan dan kekurangannya yang telah dirangkum penulis menjadi 8 macam material;

1. Solid Surface

source: backsplash.com

solid surface adalah material buatan yang merupakan perpaduan dari beberapa material lain, dan memiliki bentuk dan tampilan seperti batu yang tidak memiliki pori, licin dan berkilau saat ditimpa cahaya. Solid surface populer digunakan bukan hanya sebagai countertop dapur rumah namun juga conter cafe ataupun restaurant. Material ini mudah dibersihkan dan tidak menyerap cairan ataupun noda, dengan harga yang jauh lebih murah dari batu seperti ganit, marbel ataupun quartz. Plihan warna solid surface pun sangat beragam, mulai dari solid ataupun tekstur. Gesekan- gesekan minor yang mungkin terjadi saat material ini digunakan juga dapat di ‘amplas’ dengan kertas khusus.

Beberapa kekurangan solid surface adalah, dianggap sebagai alternatif yang murah sehingga nilai desainnya selalu dibawah batu alami. Solid surface juga tidak tahan dengan panas dan gesekan yang terlalu ekstrem.

2. Granite

source: funda.nl

Material batu alami granit sebagai countertop dibagi menjadi beberapa pilihan. Granite slab, tile dan granite modular. Granite slab artinya potongan yang full besar tanpa nat ataupun sambungan. Granit tipe ini sudah pasti merupakan pilihan yang lebih mahal dan membutuhkan tenaga profesional dalam pemasangannya. Walaupun demikian, tampilan premium dan kekuatannya sebagai countertop membuat material ini menjadi salah satu material favorite. Menggunakan material ini pun dapat meningkatkan nilai dari proterti andaa sebagai investasi. Granite tile, merupakan batu granit dengan ukuran persegi atau persegi panjang selayaknya tile keramik namun tile granit biasanya tidak memiliki nat atau sambungan yang lebar seperti keramik.

Terdapat beberapa kekurangan granite sebagai countertop. Pertama harga yang cenderung mahal dan membutuhkan tenaga profesional untuk instalasi, kecuali pada granit tile. Karena merupakan batu alami, dibutuhkan pelapisan ulang untuk menjaga dari noda dan kotoran. Untuk granit tile, karena terdapat nat, membuat kotoran juga mudah terjebak. Granite tile yang biasanya lebih tipis juga memiliki kecenderungan lebih cepat retak / crack

3. Quartz

source: msisurface.com

Quartz countertop adalah material komposit yang terdiri dari butir dan pecahan batu yang dikeraskan dan laminasi menjadi bidang permukaan dengan resin. Quartz adalah material komposit engineering stone. Artinya tampilan countertop selayaknya batu quartz namun sebenarnya memiliki komposisi bukan 100% batu. Namun terdiri dari material polimer lain dan juga resin. Quartz countertop adalah cara menggunakan kembali material sisa seperti marbel, granit yang dicampur dengan sisa keramik, kaca, cermin, dll yang telah didaur ulang. Quartz countertop memiliki harga yang jauh lebih murah dari batu natural dengan look dan feel yang sangat mendekati batu natural jika dibandingkan dengan solid surface. Daya tahan pun lebih unggul dari solid surface. Quartz memiliki keindahan batu natural dengan fleksibilitas solid surface.

Kekurangannya, sebagai material komposit harganya hanya berbeda sedikit dengan granit natural. Quartz countertop berat dan memerlukan instalasi tenaga khusus.

4. Marble

source: circalighting.com

Batu natural marbel adalah batu yang sangat populer digunakan. Memiliki nilai estetika dan menambah value dari properti residen anda. Marble dinilai sebagai batu terindah sebagai bagian dari interior dikarenakan tampilan urat alaminya. Karena alami, tiap bagian marbel memiliki bentuk dan arah urat yang berbeda-beda yang membuat tiap slab countertop marble memiliki keunikannya masing-masing.

Kekurangannya, marble adalah batuan yang cenderung halus dan memiliki pori-pori yang membutuhkan kehati-hatian saat membuat lapisan coatingnya. Lapisan terluar marble pun haruslah yang berkualitas baik. Marble dapat dengan mudah tergores oleh pisau atau benda tajam.

5. Concrete

source: jacquelynclark.com

Concrete atau material semen yang diaci dan dilapisi lagi dengan coating juga adalah pilihan unik yang digunakan sebagai countertop. Concrete countertop cocok untuk gaya dapur industrial atau steampunk. Countertop dari semen sangat fleksibel bagi hasil akhir coating dan teksturnya. Memberikan tampilan yang berbeda dan maskulin. Kelebihan lain adalah, dapat menyesuaikan bentuk dan ukuran meja seberapapun.

Kekurangan dari countertop concrete adalah membutuhkan tenaga petukangan yang berpengalaman, rapih dan baik untuk mendapatkan lapisan meja yang ideal dari segi kekuatan dan estetikannya. Concrete countertop juga cenderung mahal dan membutuhkan perawatan yang berkelanjutan.

6. Kayu

source: dorisleslieblau.com

Kayu adalah material yang sudah digunakan sejak dahulu sebagai countertop. Countertop kayu akan memberikan tampilan klasik yang tidak lekang oleh waktu kedalam gaya interior dapur anda. Material kayu akan memberikan tampilan natural dan cantik yang tidah kalah dengan material batu ataupun material teknologi modern lainnya. Material kayu memiliki beberapa tipe. Kayu solid seperti mahoni, jati, oak, mindi, walnut dan lainnya yang memiliki tekstur, kualitas dan warna yang beragam.

Kekurangan material kayu sebagai countertop adalah memerlukan treatment khusus pada permukaannya agar tahan terhadap gesekan dan noda cairan berwarna. Idealnya permukaan kayu juga dilapisi dengan lapisan anti-air untuk mencegah kayu cepat terbelah, retak, ataupun berubah warna.

7. HPL (High-Pressure Laminate)

source: 27estore on pinterest

Material HPL atau laminasi sebagai countertop juga banyak digemari sebagai alternatif tampilan motif kayu atau batu dengan harga yang jauh lebih murah. HPL merupakan lapisan dengan coating plastik dipermukaan yang di laminasi pada partikel board / MDF. HPL memiliki range tekstur, warna dan desain yang sangat beragam membuatnya sangat fleksibel memfasilitasi berbagai macam gaya desain anda. Tampilan akhirnya juga dapat dibuat dove, glossy, rata ataupun bertekstur. Berbagai brand laminate juga telah berinovasi mengerluarkan tipe HPL dengan tampilan menyerupai kayu, granit, marbel dan granit. Instalasinya pun sangat mudah bahkan tanpa memerlukan tenaga profesional.

Sebagai kekurangannya, batas tepi atau sambungan HPL terlihat jelas, memiliki nilai rata-rata terhadap properti anda. Permukaannya bisa dengan mudah tergores atau mengelupas.

8. Keramik Tile

source: stackedstonetile.com

Keramik tile yang secara konvensional digunakan sebagai lantai, juga bisa di aplikasikan sebagai countertop meja dapur anda. Tile keramik memiliki banyak kelebihan seperti daya tahan yang tinggi terhadap noda, air dan gesekan, mumdah dibersihkan dan cenderung lebih murah dari material batu atau solid surface. Sama seperti brand-brand HPL, produsen tile keramik pun telah banyak melakukan inovasi dalam hal varian tekstur, warna dari keramik. Bahkan keramik dengan momtif kayu dan batu dapat anda temui dengan mudah. Keramik tile adalah material yang tahan panas dan mudah serta murah konstruksinya. Kekurangannya, jika terjadi retak atau kerusakan di satu titik akan dengan mudah menyebar. Nat keramik sulit dibersihkan.

Setiap material memiliki karakteristik dengan kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Sebelum memilih, pertimbangkan beberapa aspek seperti gaya desain yang anda ingin capai, value atau nilai investasi properti anda, ingin memasangnya sendiri atau dengan bantuan tenaga profesional, anggaran biaya dan perawatannya. Semoga ulasan ini membantu!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

× Konsultasi Gratis