7 Tips Mendesain Interior Rumah Tipe 36

“Your home should tell the story of who you are, and be a collection of what you love brought together under one roof.” sebuah kutipan sederhana bermakna dari Nate Berkus, dalam bukunya The Things That Matter. Perkembangan perumahan yang dibangun secara masal oleh developer meningkat sangat pesat akhir- akhir ini. Salah satu ukuran atau tipe rumah yang paling banyak dipilih oleh pasangan muda ataupun keluarga kecil adalah rumah tipe 36. Betapa tidak? selain karena budget yang tidak terlalu tinggi, rumah tipe 36 dinilai praktikal dan memiliki ruang-ruang yang dapat difungsikan dengan baik. Karena kebanyakan dibangun secara masal oleh developer, rumah tipe 36 membutuhkan sentuhan desain interior rumah yang tepat untuk memberikan identitas dan karakteristik pemiliknya tampak nyata. Berikut beberapa tips mendesain rumah 36 yang cenderung kecil agar dapat memaksimalkan setiap meternya dengan baik.

 

1. Partisi Ruang yang Tidak Masif

 

Salah satu trik untuk mewujudkan interior rumah yang nyaman pada hunian kecil adalah menghindari penggunaan partisi atau pembatas antar ruangan yang masif. Beberapa contoh material masif, misalnya dinding bata, gypsum board, hebel, dan lain- lain. Seperti gambar diatas, tirai yang biasanya digunakan sebagai penghalang keterbukaan pemandangan di dalam rumah dari jendela juga bisa dimanfaatkan sebagai pembatas area tidur dan lemari pakaian. Tirai dengan ukuran full setinggi ruangan juga dapat menambah kesan tinggi pada ruangan anda. Ternyata toilet atau kamar mandi juga terlihat estetik dengan tirai tanpa dinding dan pintu. Dengan memilih warna fabric yang senada dengan warna aksen interior rumah anda misalnya warna pintu, tile kamar

 

2. Memaksimalkan Pencahayaan Alami

 

Rumah tipe 36 kebanyakan tidak memiliki banyak jendela sebagai sumber cahaya alami dikarenakan batas dinding dengan tetangga. Jendela biasanya berada pada sisi depan atau belakang. Idealnya kamar utama memiliki setidaknya sebuah jendela agar sirkulasi ruang dan pencahayaan baik. Menginstall sebuah kursi duduk yang dimanfaatkan sebagai rak penyimpanan di dekat jendela merupakan ide yang menarik! Pojok jendela yang dapat dimanfaatkan sebagai area membaca bagi penghuninya. Ide yang lebih bermanfaat ketimbang hanya meletakan nakas disamping kanan dan kiri tempat tidur. Selain itu lemari pakaian juga ideal didekatkan dengan jendela namun tidak menutupi jendela sedikitpun. Karena cahaya yang masuk dapat membuat momen memilih pakaian atau mengatur penampilan menjadi lebih efisien.

 

3. Tone Warna Natural & Ekspos Material

 

Tone warna dan material yang natural sangat ideal untuk diaplikasikan kedalam desain interior rumah tipe 36. Konfigurasi warna earth tone seperti putih, kayu walnut, polish concrete dan black steel merupakan perpaduan yang kaya dalam kesederhanaannya. Seperti desain interior ruang duduk sekaligus pantry ini. Kebanyakan rumah tipe 36 akan memiliki ruang duduk atau ruang keluarga yang berdekatan langsung dengan dapur atau pantry-nya. Membuat TV cabinet dengan finishing warna kayu yang sama dengan pantry dapat membuat efisiensi desain dan kesatuan material yang harmonis. Perabot dengan rangka besi yang ramping atau ringan akan membuat ruangan terasa lebih luas. Hindari memilih perabot yang bulky atau terlihat berat. Karena warna tone yang tidak menonjol menambahkan aksen seperti karpet setempat dengan warna cukup berani seperti merah tua atau oranye akan membuat interior rumah terlihat lebih hidup.

 

4. Multi-Storage Cabinet

 

Memiliki penyimpanan yang cukup dalam rumah tipe 36 sangat penting untuk tetap menjaga barang- barang penghuninya rapi dan tidak berserakan. Keterbatasan ukuran luas bangunan membuat terkadang beberapa rumah tipe 36 tidak memiliki ruang khusus yang dapat dijadikan gudang. Mennginstal cabinet dengan kapasitas besar dapat menjadi solusi yang sederhana. Selain untuk menyimpan peralatan memasak dan dapur, space yang cukup besar juga dapat dimanfaatkan untuk penyimpanan buku, perkakas dan lain-lain. Dengan pemilihan material yang tepat dan senada dengan konsep interior rumah anda, kabinet penyimpanan ini juga dapat mingkatkan estetika ruang sebagai bagian dari dinding dapur anda. Dapat dibantu dengan menempeli label nama untuk tiap pintu atau lacinya yang dapat dengan mudah menunjukan barang apa yang kita simpan dimasing-masing kabinet untuk menghemat waktu kita menemukan barang yang kita cari.

 

5. Kamar Tidur dengan Desain yang Edgy

 

Ruang tidur rumah tipe 36 biasanya memang tidak dapat menampung banyak macam furniture karena keterbatasan ukuran. Perabot yang dipilih pun hanya yang esensial. Namun bukan artinya anda tidak dapat melakukan eksplorasi desain yang unik pada kamar tidur anda. Seperti yang dilakukan pada kamar pada gambar diatas. Alih alih memilih mengecat ruangan dengan cara yang konvensional, cat hanya digunakan sebagai aksen finishing pada satu sisi dinding. Cat dinding tentunya lebih menghemat biaya dibanding dengan menggunakan wallpaper ataupun tile aksen lain seperti batu dan marmer. Kamar tidur juga perlu memiliki jendela sebagai sumber cahaya alami, dan dekorasi seperti pot tanaman dapat di tata didalam ruangan untuk membuat interior rumah terlihat segar dan terasa nyaman. Tanaman pot di dalam ruang kamar juga dipercaya dapat memberikan efek relaksasi dan meningkatkan kualitas tidur penghuninya.

 

6. Color Block pada Ruang Makan

 

Penggunaan warna- warna yang menonjol pada ruang makan dipercaya dapat meningkatkan selera makan dan keintiman interaksi yang terjadi saat berbagi waktu untuk makan bersama keluarga anda. Warna- warna seperti oranye dan merah terracotta dapat menjadi pilihan warna fabric kursi makan anda. Seperti yang nampak pada brand furniture Greeny karya Bonaldo ini. Material fabric suede atau velvet terlihat kontras diatas lantai polished concrete yang pucat. Desain kursi yang memiliki kesan vintage terlihat harmonis berdampingan dengan meja bundar dari marble dan kayu yang simple dan modern. Warna yang vibrant pada dinding dapat membuat penampilan ruang lebih hidup yang dapat diseimbangkan dengan karya seni seperti ilustrasi atau tekstur alami sebagai dekorasi dan elemen pelengkap.

 

7. Aksen dan Dekorasi Klasik 

 

Gaya interior klasik modern juga masih banyak digemari masyarakat kini. Gaya klasik memang adalah gaya yang tidak lekang oleh waktu. Desain interior ini memiliki nilai estetika dan keindahan serta kesan mewah melekat pada gaya desain ini. Aksen architrave pada dinding dapat dijadikan pilihan finishing yang menonjolkan gaya klasik dengan instan. Selain architrave beberapa pilihan yang lain adalah menginstall cornice pada plafon atau plint lantai. Dipadukan dengan perabot yang modern seperti sofa dan meja samping dengan struktur dan finishing yang sederhana. Karpet dengan motif geometrik berdiri secara apik diatas parket kayu warna coklat abuan. Gaya interior dengan tone warna monokrom seperti ini cocok diterapkan sebagai kanvas dari perabot atau artwork yang lebih rumit dan unik.

Mendesain interior rumah tipe 36 memang terlihat sederhana namun bukan berarti tanpa tantangan. Luas lahan yang cenderung kecil, keterbatasan renovasi menurut peraturan developer juga harus dipertimbangkan. Namun keterbatasan membuat seseorang dapat menjadi lebih kreatif karena itu semoga beberapa tips diatas dapat dipertimbangkan pada saat anda mendesain atau merenovasi rumah tipe 36.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

× Konsultasi Gratis