7 Gaya Interior Ini Paling Populer Tahun 2020

Desain interior merupakan salah satu aspek penting dalam dunia Arsitektur. Minimalist, Scandinavia, Classic, Industrial merupakan beberapa contoh gaya desain interior.  Bila memahami aspek-aspek penting dari interior, maka kita bisa melihat bahwa sebenarnya ada banyak gaya desain yang bisa diterapkan.  Dengan banyaknya gaya desain interior itulah, orang awam bisa jadi akan kesulitan ketika akan mengaplikasikan desain interior yang sesuai bagi keinginan dan kepribadian mereka. Bahkan bila sudah memahami berbagai jenis gaya interior, justru bisa menggabungkan beberapa elemennya sehingga akan menciptakan ruangan yang unik dan ideal bagi penghuninya.

Bagi orang yang akan menciptakan ruangan dengan tampilan unik dan sesuai dengan kriteria masing-masing pemiliknya, beberapa rangkuman gaya desain arsitektur ini akan memungkinkan Anda dalam mempermudah mencari inspirasi desain interior. Selain itu, dapat digunakan juga sebagai modal dasar dalam mempelajari desain interior.

Mungkin kelihatan mudah membedakan antar gaya desain interiornya. Namun dilihat secara sekilas saja ternyata tidak cukup.  Ada beberapa elemen penting yang harus kita perhatikan lebih jauh lagi supaya bisa menetahui persis seperti apa perbedaannya. Minimalis dengan Tradisional? Skandinavia dengan Minimalis? Rustic dengan Klasik? Bahkan kadang masih merasa kebinguingan bukan? Maka dari itu untuk membantu memahami lebih detail, kami akan menjelaskan beberapa gaya desain interior yang akan membuka wawasan Anda dan diharapkan mampu memaksimalkan Anda dalam memilih gaya interior seperti apa yang akan diterapkan untuk ruangan Anda.

 

  1. Gaya Minimalis

Less is more. Kalimat ini sering digunakan untuk gaya minimalis. Gaya ini tergolong gaya yang tidak pernah ketinggalan zaman. Oleh karena itu, gaya minimalist menjadi salah satu desain yang paling populer digunakan sepanjang masa.

Bagi Anda  yang tidak terbiasa dengan desain, terlihat sekilas bahwa desain ini terlihat cukup terbatas dalam arti penempatan perabot yang sederhana, warna-warna yang netral, dan aksesoris ruang yang tidak terlalu berlebihan. Akan tetapi dengan beberapa perencanaan yang tepat, maka mendekorasi ruang dengan gaya desain minimalis ini menjadi mudah untuk dilakukan.

Aspek penting yang perlu Anda lihat ketika ingin mendekorasi desain minimalis yaitu dengan pertimbangan fungsi ruang yang berdampak pada ketenangan penghuni, meminimalisir perabot yang digunakan sebagai tempat penyimpanan, memperhitungkan detail-detail minimalis interior, pemilihan warna yang tidak saling kontras, pemilihan tekstur interior yang tidak terlalu ramai, tinggalkan beberapa space kosong sehingga ruangan tidak terkesan penuh, dan aspek terakhir adalah kesederhanaan dekorasi dalam ruang.

 

  1. Gaya Scandinavia

Desain interior gaya Skandinavia ini hampir mirip dengan gaya Minimalis. Desain interior gaya Scandinavia menggunakan perpaduan tekstur, warna yang kontras, dan memberikan nuansa perabot yang modern menjadi terasa hangat. Gaya desain interior Scandinavia ini juga cukup popular dikalangan orang yang menginginkan nuansa yang sederhana, disamping gaya desain minimalis.

Tidak mengherankan bagi Anda yang menyukai nuansa ruang yang rapi, nyaman, dan tenang akan cocok menggunakan gaya desain Scandinavia. Warna yang digunakan disini memiliki kecenderungan warna putih yang dipadukan dengan elemen alami seperti kayu, alumunium, serta perpaduan dengan papan lantai. Ciri lain dari konsep Skandinavian adalah memaksimalkan pencahayaan alami, meminimalisir perabotan elemen, dan furniture yang fungsional.

Jika Anda ingin menemparkan dekorasi, maka letakkan aksesoris kontemporer secara acak dan strategis. Misalnya dalam peletakan bingkai foto yang simple, lampu portable kontemporer, serta pernak-pernik kaca bening. Selain itu, baik warna maupun bahan yang digunakan pada dekorasi gaya Skandinavian ini tergolong sederhana.

 

  1. Gaya Klasik

Jenis gaya interior desain Klasik awal mulanya beradi di zaman Peradaban Klasik (khususnya Yunani dan Romawi). Pada masa Renaissance, Italia yaitu sekitar abad ke 18 hingga 19, gaya ini sangat populer digunakan karena sudah termasuk yang paling canggih pada masanya.

Gaya desain interior ini merespon 3 aspek yaitu keseimbangan, harmoni, serta proporsi. Sampai saat ini gaya interior klasik masih sering digunakan oleh orang-orang penikmat seni klasik yaitu dengan perpaduan model desain dengan pendekatan retro, elemen dekoratif, serta ukiran yang akan mengingatkan kira pada kemegaman masa Reinessance.

Dalam ruang gaya interior klasik, Anda akan dibawa menuju nuansa masa lalu yang kental akan keagungan serta keharmonisan.

Untuk pemilihan perabot dan warna dalam gaya desain interior klasik, Anda dapat menggunakan perabot yang jenisnya tidak modern dengan ukiran yang khas. Sedangkan warna yang digunakan adalah kombinasi warna hitam, coklat, krem, perak, putih, serta abu-abu.

Agar tampilan gaya interior klasik menjadi semakin menarik, Anda dapar menambah beberapa aksesoris menjadi lebih bagus, namun jangan terlalu berlebihan juga. Dekorasi seperi lukisan besar yang menempel di dinding, vas besar seta beberapa bantal yang memiliki pola geometris.

Sedangkan untuk pencahayaan, Anda dapat membuka jendela sehingga sinar matahari bisa langsung masuk ke area ruangan.

 

  1. Gaya Indusri

Sesuai Namanya, gaya interior industri ini mengambil tema gudang atau loteng kota. Gaya industry seperti dinding batu bata yang sengaja dibiarkan terlihat, pekerjaan saluran serta nuansa kayu yang khas. Lalu konsep bangunan loteng yang direnovasi. Sedangkan pada langit-langitnya lebih banyak menggunakan elemen kayu tua serta lampu gantung yang terbuat dari material logam. Jika ingin memasukkan elemen foto pada dinding bisa dengan menggunakan material kayu atau logam dengan warna yang netral.

Dalam beberapa tahun terakhir ini gaya industri semakin populer dikalangan desain interior. Alasannya adalah karena gaya industri ini menggabungkan aspek dari kota lama dengan kemegahan modern. Sekilas gaya desain ini memikirkan loteng dengan jendela besar dengan bata yang tampak. Warna yang dihasilkan dalam gaya desain memiliki dominasi warna coklat yang dipadukan dengan warna netral sebagai aksennya. Material alami juga bisa dipadukan dengan dominasi warna cokelat, seperti potongan kayu, batu, atau logam.

 

  1. Gaya Rustic

Start with what the house can give you, yang artinya adalah dimulai dengan apa yang akan rumah berikan untuk Anda. Maka dari itu keluarlah konsep gaya Desain Rustic. Gaya desain interior Rustic ini mendeskripsikan desain yang alami, kasar, tua serta kasual. Sehingga nuansa pedesaan sangat terasa ketika Anda memasuki ruangan yang memiliki gaya Rustic.

Salah satu ciri khas dari nuansa pedesaan adalah penggunaan material nya yang alami, seperti kayu dan batu. Untuk desain interior gaya Rustic sendiri mengkombinasikan desain modern yang bersih, segar dengan dekorasi pedesaan yang cenderung lebih berat dan dominasi material bewarna gelap, sehingga akan menghasilkan ruangan yang terkesan terang dan terbuka, tapi tetap tampak natural.

Bagi Anda yang menyukai keindahan alam, maka pilihan gaya Rustic akan cocok diaplikasikan kedalam desain interior. Gaya desain ini lebih fokus terhadap material-material alami sehingga dapat menimbulkan keindahan otentik yang akan membuat Anda merasa nyaman berada di ruangan tersebut.

 

  1. Gaya Tropic

Ringan, cerah, hangat, dan mewah merupakan sebagian dari ciri khas gaya tropis. Selain itu gaya Tropis yang digunakan untuk desain interior dapat menggunakan pola-pola dari alam tropis seperti flora, fauna, atau unsur tropis lainnya.

Untuk menambah kesan tropis, Anda dapat menggunakan wallpaper dengan motif tropis yang besar.

Kita sebagai warga yang tinggal ditempat Tropis pasti dapat merasakan nuansa yang nyaman, santai dan ramah. Dan itulah yang ditunjukkan oleh dekorasi dari desain Tropis yang nantinya dapat mengurangi stres ketika berada di ruangan tersebut.

Bambu, kayu, rumput, adalah beberapa material yang  dapat diaplikasikan di dalam ruangan bernuansa Tropis. Untuk menambah kesan Tropis, Anda bisa menambahkan tanaman, kursi lipat, atau kain dengan warna alam seperti pola laut, hutan, atau pasir pantai. Warna-warna cerah dalam gaya desain Tropis ini juga memiliki peran yang sangat penting dalam membawa kesegaran dari musim Tropis.

 

  1. Gaya Shabby Chic

Anda menyukai gaya-gaya Vintage? Maka gaya Shabby Chic ini sangat cocok untuk Anda terapkan dalam dekorasi desain interior Anda. Shabby Chic sendiri merupakan gaya desain interior dimana material yang dipilih memiliki kesan tua, lusuh serta antik. Karena antik itulah suatu desain akan memiliki keunikan tersendiri.

Desain Shabby Chic ini dimulai dari abad ke-18 Masehi, lalu mulai populer sekitar tahun 1980-an. Adanya perabotan pedesaan, dekorasi lama (vintage) serta beberapa material yang nyaman menjadikan desain ini menjadi populer.

Gaya Shabby Chic ini lebih menekankan elemen vintage dengan komposisi kayu dengan motif cat susu. Aksen dari dekorasi Shabby Chic ini memiliki nuansa lembut dan mewah. Warna identik dari gaya ini adalah warna-warna pastel moka dan putih. Meski begitu, jangan ragu jika Anda ingin memberikan aksen cerah ke dalam ruangan, asalkan jangan terlalu berlebihan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

× Konsultasi Gratis